Hikmahalinda's Blog

Alat Musik Tiup

1.Trompet tenor

Trompet tenor (dikenal di Amerika Serikat sebagai alto horn, di Inggris sebagai Tenor Horn, dan di Jerman sebagai althorn) merupakan instrumen musik tiup yang termasuk dalam keluarga tiup logam. Instrumen trompet tenor umumnya menggunakan nada dasar E♭ dengan corong menghadap ke atas ataupun ke depan. Biasanya bentuk resonator (lebih dikenal dengan sebutan mouthpiece) yang digunakan memiliki ceruk yang lebih dalam dibandingkan pada instrumen lain seperti terompet. Umumnya instrumen ini digunakan dalam penampilan marching band, dan brass band, serta ensembel sejenis lainnya. Di Amerika dan Jerman, nama tenor horn seringkali dianggap identik dengan baritone horn seperti halnya tuba dengan euphonium, namun seringkali pula trompet tenor dianggap termasuk dalam keluarga trombone khususnya trombone tenor. Untuk menghindari kerancuan, instrumen trompet tenor kadang-kadang pula disebut sebagai E♭ horn. Beberapa pabrikan bahkan kadang-kadang memberi nama instrumen ini secara lebih spesifik, misalnya:dynabone. Namun penamaan tersebut kadang-kadang menjadi semakin rancu karena masing-masing pabrikan menamai instrumen tersebut secara berbeda sehingga muncul ketidakseragaman penamaan meski sebenarnya instrumennya sama.

Trompet tenor
Trompet tenor
Klasifikasi * Instrumen musik tiup

Rentangan permainan
Alto horn range.svgin E♭: sounds one major sixth lower
Instrumen terkait
Mellophone, French horn, Baritone horn, Cornet

2.Baritone horn

Baritone horn, atau sederhananya disebut sebagai baritone merupakan salah satu anggota dalam keluarga instrumen musik tiup logam.[1] Baritone horn merupakan instrumen dengan pipa udara berbentuk silindris seperti yang terdapat pada terompet dan trombone.[2] Baritone horn umumnya menggunakan resonator (mouthpiece) berukuran besar seperti yang digunakan pada trombone dan euphonium. Instrumen tersebut umumnya menggunakan nada dasar B♭, satu oktaf lebih rendah dari nada dasar B♭ pada terompet. Di Inggris, baritone sangat umum digunakan pada pertunjukan brass band.

Penamaan antara baritone dan euphonium banyak menimbulkan kerancuan, utamanya karena para pabrikan instrumen musik tiup logam memberikan nama spesifik pada instrumen yang dibuat khusus untuk edisi profesional, sementara nama yang umum digunakan pada instrumen yang ditujukan untuk para pemula sebagai baritone. Meski praktek demikian saat ini sudah tidak lagi digunakan, namun kerancuan tersebut masih timbul hingga saat ini.

Baritone horn
Baritone horn
Klasifikasi * Instrumen musik tiup

Rentangan permainan
Instrumen terkait

1. Kesalahpahaman dan kerancuan dengan euphonium

Terdapat beberapa kesalahpahaman bahwa instrumen yang menggunakan sistem tiga katup disebut sebagai baritone, dan yang menggunakan sistem empat katup disebut sebagai euphonium. Hal ini terjadi karena para pabrikan instrumen musik tiup logam memberikan nama spesifik pada instrumen yang dibuat khusus untuk edisi profesional, sementara nama yang umum digunakan pada instrumen yang ditujukan untuk para pemula sebagai baritone. Baritone horn yang sebenarnya seringkali disebut sebagai British-bore Baritone di Amerika untuk menghindari kerancuan ini.

Perbedaan antara baritone dengan euphonium terletak pada ukuran dan bentuk dari corong. Baritone umumnya lebih kecil dan memiliki corong yang lebih silindris dibandingkan euphonium yang umumnya lebih besar; meski keduanya dapat digunakan untuk memainkan harmoni dalam nada dasar B♭, dan memiliki panjang udara yang sama (sekitar sembilan kaki), baritone memiliki corong yang lebih kecil dan celah yang lebih rapat, sehingga secara fisik bentuknya lebih kecil, sebaliknya pada euphonium dengan karakteristik yang lebih besar dari baritone menyebabkan timbra bass yang dihasilkan bersifat lebih solid.[1][2]

2. Baritone horn konser

2. 1. Konvensi penamaan

Di Inggris, sebuah baritone horn, biasanya disingkat sebagai baritone, merupakan instrumen saxhorn tenor dengan nada dasar B♭, dengan rentang suara yang sama dengan trombone. Sementara di Amerika Serikat, baritone horn umumnya dikenali sebagai tenor horn. Instrumen tersebut merupakan satu dari beberapa saxhorn yang umumnya dimainkan pada abad ke sembilan belas, bersama dengan alto bernada dasar B♭ seperti flugelhorn, dan E♭ seperti tenor horn.

2. 2. Nada

Baritone, berbeda dengan namanya, seringkali justru dianggam sebegei instrumen musik tenor. Timbra suara yang dihasilkannya bersifat melow, hampir seperti suara tinggi tuba. Baritone digunakan sebagai bagian dalam seksi low brass dalam grup band.

2. 3. Titi nada

Musik untuk baritone horn dapat ditulis baik menggunakan bass clef maupun treble clef. Saat pemain membaca melalui bass clef, nada yang dimainkan tidak perlu diubahsuai, sebaliknya jika membacanya melalui treble clef maka perlu pengubahsuaian atas nada-nada yang dimainkan, sama seperti nada dasar C pada horn merupakan B♭ pada instrumen konser lainnya.

3.Eufonium

Eufonium merupakan instrumen musik tiup keluarga tiup logam yang menghasilkan nada dalam rentang titi nada tenor. Nama dari instrumen ini merupakan turunan bahasa yunani dari kata auphonos yang artinya suara yang indah/baik (eu artinya “baik”, dan phonium, foni artinya “suara”). Eufonium merupakan instrumen musik tiup logam dengan sistem katup; hampir semua model yang terdapat saat ini menggunakan sistem katup piston, meski demikian terdapat pula model yang menggunakan sistem katup putar (rotary valved).

Orang yang memainkan eufonium terkadang disebut sebagai euphophonist, euphoniumist, atau euphonist, atau eufonis, sementara di Inggris disebut sebagai euphist seperti halnya instrumen itu sendiri terkadang disebut pula secara singkat sebagai eupho atau euph.

1. Konstruksi dan karakteristik umum

Eufonium menggunakan nada dasar B♭, yang artinya saat tidak ada satupun katup yang digunakan instrumen tersebut akan menghasilkan nada B♭ saat ditiup. Di amerika utara, musik yang dimainkan dengan instrumen ini biasanya ditulis dengan menggunakan bass clef, meski demikian penggunaan treble clef yang membutuhkan transposisi banyak digunakan dalam penulisan musik concert band.

Model edisi profesional menggunakan sistem katup top-action (top-action valves) yang dimainkan dengan tiga jari dengan tangan kanan, ditambah katup ke empat yang dimainkan dengan jari dari tangan kiri, biasanya katup ini terdapat pada bagian tengah sebelah bawah pada sisi kanan dari instrumen tersebut. Sementara model edisi pemula umumnya hanya menggunakan sistem katup top-action, model edisi menengah ditambah dengan katup keempat yang dimainkan dengan jari ke empat dari tangan kanan. Biaya pembuatan sistem katup tambahan cukup mahal, dan hal tersebut membuat perbedaan harga jual antara model-model edisi pemula, menengah, dan profesional.

Sebuah eufonium (kiri) dan Tuba (kanan)

Jangkauan nada yang bisa dimainkan oleh eufonium cukup luas, jauh dibawah dari bass clef hingga F baris ke enam, bahkan dapat lebih tinggi lagi di tangan seorang pemain profesional, umumnya nada dasar B♭ hingga empat baris ke atas adalah rata-rata pencapaian pemain tingkat menengah.

Seperti halnya karakteristik instrumen musik tiup logam: semakin besar diameter corong dan serta panjang pipa udara, nada-nada yang dihasilkan menjadi lebih lembut, dan tebal dibandingkan instrumen dengan corong dan pipa udara yang lebih kecil dan pendek seperti trumpet. Meskipun karakter suara eufonium agak sulit untuk didefinisikan secara akurat, umumnya para pemain sepakat bahwa suara ideal adalah tebal, berbobot, halus, dan lembut. Di sisi lain kebutuhan bentuk suara biasanya berbeda-beda antara suatu wilayah dengan wilayah yang lain di lihat dari sisi geografinya. Para pemain eropa, terutama dari Inggris umumnya menggunakan model suara dengan vibrasi yang lebih cepat dan konstan, sementara para pemain Amerika cenderung lebih memilih karakter suara yang lebih jelas, dengan vibrasi yang lebih lambah. Demikian pula halnya perbedaan pilihan antara amerika dan inggris juga berlaku pada model-model instrumen musik tiup lainnya.[1]

Meskipun pada dasarnya teknik memainkan eufonium dengan jari tangan tidak berbeda dengan trumpet ataupun tuba, para pemula umumnya akan menghadapi kesulitan yang cukup berarti dalam membunyikannya, terutama dalam hal intonasi, respon, dan jangkauan nada dibandingkan dengan memainkan instrumen musik tiup logam lainnya (contoh : trumpet). Dan juga, cukup sulit untuk para pelajar, meskipun pada usia pendidikan sekolah menengah, untuk dapat memainkan eufonium dengan suara sesuai dengan karakteristiknya sebagian disebabkan karena model-model eufonium yang digunakan di sekolah (edisi pemula) dan juga kurangnya perhatian atas model suara eufonium yang baik.

2. Sejarah dan pengembangan

Serpent, nenek moyang tertua dari semua instrumen musik tiup bernada rendah

Saat suara tenor/bariton mulai muncul pada instrumen musik tiup logam, nenek moyang eufonium ditelusuri hingga pada instrumen ophicleide dan akhirnya berujung pada serpent. Penelusuran atas silsilah instrumen musik tiup yang mampu memenuhi semua karakteristik suara di atas memerlukan waktu; sementara serpet telah digunakan selama dua abad sejak akhir zaman renaissance, instrumen tersebut sangat sulit dimainkan terkait dengan intonasi dan kualitas nada yang dihasilkan karena lubang-lubang kunci yang digunakan untuk memainkannya berukuran kecil dan terbuka. Ophicleide, yang pernah digunakan pada berbagai pertunjukan selama beberapa dekade dari awal hingga pertengahan abad ke sembilan belas, menggunakan suatu mekanisme sistem kunci yang merupakan pengembangan lebih lanjut dari sistem kunci yang digunakan pada serpent, namun demikian kualitas suara yang dihasilkan masih belum memuaskan, khususnya pada nada-nada tinggi.

Dengan ditemukannya sitem katup piston pada tahun 1818, konstruksi instrumen musik tiup logam yang dapat menghasilkan suara dengan rentang yang cukup luas menjadi mungkin untuk dibuat. Eufonium diperkirakan ditemukan, sebagai sebuah “instrumen bercorong lebar, berkatup pada rentang nada bariton”, oleh Ferdinand Sommer dari Weimar tahun 1843, meski demikian Carl Moritz tahun 1838 dan Adolphe Sax di tahun 1843 turut berjasa pula. Meski saxhorn dari keluarga sax ditemukan pada masa yang sama dan bentuk saxhorn bass serupa dengan eufonium, instrumen tersebut dikonstruksi dengan cara berbeda. Saxhorn menggunakan corong bersilinder dan tidak memungkinkan nada-nada fundamental untuk dimainkan; karenanya, hubungan bass saxhorn menjadi lebih dekat dengan bariton daripada eufonium.

2. 1. Eufonium bercorong ganda

Eufonium bercorong ganda diciptakan di Amerika Serikat dengan membawa sebuah corong tambahan yang berdiameter lebih kecil sebagai tambahan atas corong utama. Tujuan penciptaan ini adalah untuk memungkinkan pemain berganti karakteristik suara hanya dengan menekan katup yang biasanya dioperasikan dengan menggunakan tangan kiri. Corong yang lebih kecil berfungsi untuk mensimulasikan suara trombone dan biasanya difungsikan pada pertunjukan sebagai alternatif pengganti. Harry Whittier dari Patrick S. Gilmore band mengenalkan instrumen ini pada tahun 1888, dan telah digunakan secara luas baik di sekolah ataupun grup band selama beberapa dekade. Harold Brasch menyertakan pula eufonium model inggris berkompensasi ke amerika serikat pada tahun 1939, namun penggunaan eufonium bercorong tetap memasyarakat hingga tahun 1950-1960-an. Saat ini, eufonium bercorong ganda sudah jarang ditemukan lagi (terakhir masih tercantum dalam katalog instrumen pada akhir tahun 1960). Banyak pemain muda sudah tidak lagi mengenalya.

3. Penggunaan dalam pertunjukan

marching eufonium dari King

Eufonium masih sangat luas digunakan dalam berbagai pertunjukan musik baik wind orchestra ataupun brass band secara eksklusif. Karenanya, eufonium disebut pula sebagai “king of band instruments“, atau sebagai “cello of the band“, karena keserupaan dalam tibra dan peranan pada ensembel instrumen musik dawai. Eufonium menjadi bagian yang sangat penting dalam pertunjukan musik parade, dan dalam pertunjukan brass band dalam tradisi Inggris.

Marching euphonium atau terkadang beberapa kalangan mengenalnya sebagai magnum sering pula didapati dalam pertunjukan marching band meski keberadaannya seringkali diganti dengan marching baritone (memiliki corong dan konfigurasi katup yang sama dengan trumpet) yang berukuran lebih kecil dan mudah dibawa. Di Indonesia, salah satu grup marching band yang diketahui menggunakan marching euphonium dalam pertunjukan adalah Marching Band Bontang PKT. Bergantung pada produsennya, berat spesifik marching euphonium berbeda-beda, namun demikian umumnya para pemain marching euphonium membutuhkan tenaga ekstra untuk membawa dan memainkan instrumen ini baik dalam latihan ataupun pertunjukan.

Bentuk pertunjukan musik lainnya yang menggunakan eufonium adalah tuba-euphonium quartet atau ensembel besar tuba-euphonium; brass quintet, eufonium difungsikan sebagai suara tenor meski pada prakteknya trombone lebih sering digunakan dalam penampilannya; atau ensemble brass campuran. Namun demikian, meski bentuk penampilan yang ada cukup beragam umumnya tidak mempekerjakan para pemainnya secara profesional, dalam arti umumnya bersifat semi-profesional atau amatir, tanpa bayaran yang bersifat periodik seperti halnya gaji.

4.Klarinet

Klarinet adalah instrumen musik dari keluarga woodwind. Namanya diambil dari penambahan akhiran “-et” yang berarti “kecil” pada kata Itali “clarino” yang berarti “trompet“. Sama seperti saksofon, klarinet dimainkan dengan menggunakan satu reed.

Klarinet merupakan keluarga instrumen terbesar, dengan ukuran dan pitch yang berbeda-beda. Kata klarinet umumnya merujuk pada soprano klarinet B♭, yang merupakan klarinet terumum.

Pemain klarinet disebut klarinetis.

Clarinet
Clarinet
Klasifikasi * Wind

Rentangan permainan
Instrumen terkait
Musikus

1. Keluarga klarinet

Ada banyak jenis klarinet, beberapa sangat langka.

Dua klarinet sopran: klarinet B♭ (kiri) dan klarinet A (kanan, tanpa mouthpiece). Keduanya mengguankan keywork sistem Oehler
TrompetTrompet adalah alat musik tiup logam. Terletak pada jajaran tertinggi di antara tuba, eufonium, trombon, sousafon, French horn, dan Bariton. Trompet di-pitch di B♭.
5.Trompet

Trompet hanya memiliki tiga tombol, dan pemain trompet harus menyesuaikan embouchure untuk mendapatkan nada yang berbeda.


Trompet
Trompet
Klasifikasi * Wind

Rentangan permainan
Range trumpet.pngin B flat: sounds a whole tone lower
Instrumen terkait
Flugelhorn, Cornet, Bugle, Natural trumpet, Bass trumpet, Post horn, Roman tuba, Bucina, Shofar, Conch, Lur, Didgeridoo, Piccolo trumpet

1. Jenis trompet

Jenis yang paling umum adalah trompet B♭, tapi trompet C, D, E♭, E, F, G dan A juga dapat ditemukan. Trompet C paling umum dipakai dalam orkestra Amerika, dengan bentuknya yang lebih kecil memberikan suara yang lebih cerah, dan hidup dibandingkan dengan trompet B♭.

2. Bermain trompet

Tentu saja semua orang dapat bermain trompet. Namun, bagi pemain trompet, dibutuhkan napas yang panjang dan kuat. Umumnya, perokok sedikit sulit memainkannya karena napas nya yang lebih pendek daripada orang yang bukan perokok. Jadi, jika Anda menyukai alat musik tiup seperti trompet ini, disarankan Anda untuk tidak merokok atau mempunyai aktivitas atau kebiasaan atau penyakit yang menjadikan Anda bernapas pendek.

6.Tuba

Tuba (alat musik)Tuba adalah salah satu jenis alat musik tiup yang terbuat dari logam.[1] Tuba merupakan alat musik dengan ukuran terbesar dan suara terrendah dalam keluarga alat musik brass.[1] Tuba pertama kali muncul pada abad ke-19, kini merupakan anggota alat musik dalam orkestra moderen.[1]

Alat musik brass dapat menghasilkan suara karena getaran dari bibir pemainnya.[1] Getaran bibir pemain alat musik ini akan mengalirkan udara menuju pipa.[1] Nada yang dihasilkan dapat dipengaruhi oleh panjang dan bentuk pipa, tekanan bibir, dan kecepatan aliran udara yang dihasilkan.[1] Pipa sengaja didesain berbentuk silindris agar suara yang dihasilkan memiliki kualitas baik. Tombol untuk mengatur nada hanya tiga buah, untuk menghasilkan nada tertentu pemain tuba harus mengkombinasikan tombol yang ditekan dengan tekanan bibir.[1]

1. Klasifikasi

Tuba dibagi beberapa jenis berdasarkan ukuran dan tinggi nada yang dihasilkannya, yaitu[2]:

  • Contrabass tuba. Jenis tuba ini merupakan tuba terbesar dengan suara terendah, yaitu antara C sampai Bes
  • Bass tuba. Jenis ini memiliki nada sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan Contrabass tuba, yaitu F sampai Es
  • Tenor tuba. Jenis ini umumnya dikenal dengan nama Euphonium. Tenor tuba memiliki nada sekitar Bes
  • Subcontrabass tuba. Tuba jenis ini memiliki ukuran lebih besar daripada Contrabass tuba, namun sangat jarang ditemukan. Nada yang dihasilkannya juga sangat rendah.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Nikmati Hari yang Indah

Oktober 2014
S S R K J S M
« Jan    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Hallo To All

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: